Anda Harus Tahu : Hati-Hati Mengusir Nyamuk Sekarang ini, di pasaran bebas obat nyamuk dijual beragam. Mulai dari berbentuk semprotan, bakar, oles maupun elektrik. Semua punya khasiat yang sama; mengusir nyamuk atau dalam tingkatan yang paling ekstrem membunuhnya. Bedanya hanya terletak pada kemasan dan bahan aktif atau zat racunnya. Obat nyamuk termasuk bahaya buat manusia. Ini karena http://goo.gl/ABbi0l kandungan bahan aktifnya merupakan jenis insektisida pembunuh serangga. Selain itu, umumnya produk obat nyamuk juga memiliki zat tambahan tertentu berupa pewarna, pengawet serta pewangi. Bahan-bahan tambahan yang lainnya, seperti juga zat aktif yang terdapat dalam obat nyamuk juga dapat merugikan kesehatan. Semua jenis obat nyamuk mempunyai zat racun (tentu saja
untuk nyamuk) baik pada obat nyamuk bakar, semprot dan elektrik. Racun ini bersifat membunuh nyamuk. Yang sedikit berbeda adalah obat nyamuk oles. Obat ini lebih bersifat mencegah yaitu sekadar mengusir nyamuk saja. Tetapi walaupun zat racunnya sama, ternyata dosis obat nyamuk satu dengan yang lainnya masing-masing berbeda. Nah, yang menjadikan semakin berbahayanya obat nyamuk ternyata justru kita sendiri; bagaimana kita menggunakannya—maksudnya jumlah pemakaiannya. Misalnya saja, obat nyamuk semprot. Kadar bahan aktif obat nyamuk semprot yang memang sedikit, dapat bertambah banyak jika disemprotkan berulang kali di ruangan kita. Padahal mestinya, cukup hanya satu kali saja. Karena sebanyak apapun nyamuk yang tengah
berkeliaran, akan merasakan sesak yang sama dengan satu kali semprotan saja. Obat nyamuk bakar mengandung lebih banyak risiko lagi—bahkan yang terbesar. Karena asapnya dapat ikut terhirup juga oleh kita. Sedangkan obat nyamuk semprot cair memiliki konsentrasi berbeda, karena cairan yang dikeluarkan ini akan diubah menjadi gas. Artinya, dosisnya lebih kecil. Sementara obat nyamuk elektrik lebih kecil lagi, karena bekerja dengan cara mengeluarkan asap tapi dengan daya elektrik. Prinsip obat nyamuk sebenarnya simpel saja. Makin kecil dosis bahan zat aktif, makin kecil pula bau yang ditimbulkan. Sekaligus, makin minim pula kemungkinan mengganggu kenyamanan manusia. Pada obat nyamuk yang beredar di lingkungan
kita, bahan aktif yang dipakai pada obat nyamuk adalah yang cepat terurai dan berdaya racun tinggi. Artinya mematikan nyamuk dengan cepat. Namun, pemakaian obat nyamuk yang tidak benar, dapat membahayakan kesehatan. Seberapa jauh dampaknya tergantung pada jenis, jumlah, usia dan bahan campurannya. Bayi dan balita bisa dikatakan rentan terhadap obat nyamuk. Hal ini bisa terjadi karena organ-organ tubuhnya belum sempurna, daya tahan tubuhnya belum baik serta refleks batuknya pun belum baik. Efek yang lebih berbahaya juga akan timbul pada anak yang alergi dan mempunyai bakat asma. Bahan aktif dari obat nyamuk akan masuk ke dalam tubuh melalui pernafasan dan kulit
lalu akan beredar dalam darah. Setelah itu menyebar pada sel-sel tubuh. Ada yang ke pernafasan, ke otak lewat susunan saraf pusat, dan lain-lain. Efek terbesar akan dialami oleh organ yang sensitif. Karena, obat nyamuk lebih banyak mengenai hirupan, maka yang biasanya yang terkena adalah pernafasan. Sementara efek samping pada kulit sangat tergantung pada daya sensitivitas atau kepekaan kulit. Lalu, apa solusi untuk mengusir nyamuk dari sekeliling kita manakala kita terlelap? Sebenarnya ada cara yang sangat aman, namun sekarang ini cenderung lebih banyak ditinggalkan. Yaitu, pakailah kelambu di kamar tidur. Fungsi utama kelambu adalah melindungi manusia dari gangguan nyamuk. Kelambu, tentu
http://goo.gl/nIi9FI saja, dinilai lebih aman jika dibandingkan obat nyamuk yang mengandung banyak zat kimia yang dapat berbahaya bagi kesehatan.
Anda Harus Tahu : Hati-Hati Mengusir Nyamuk
No comments:
Post a Comment