Wednesday, 24 June 2015

Jokowi Akan Bereskan Kendala Sektor Perumahan Virtual Office Jakarta

Jokowi Akn Bereskan Kendala Sektor Perumahan Virtual Office Jakarta Presiden Joko Widodo mengetahui kendala yang dihadapi pengembang untuk membangun program pembangunan sejuta rumah. Sebagai mantan pengusaha, Jokowi mengaku gemas melihat beragam kendala yg ada di lapangan. Ia minta diberi waktu utk membereskan beragam persoalan itu karna menyangkut mekanisme kenegaraan & regulasi yg berlaku. “Untuk mengubah sesuatu ada hukum & virtual office jakarta aturan yang hrs diikuti, jadi (Presiden) nggak dapat main bypass. Situasinya terlalu pelik ketika pelaksanaan di jajaran teknis, makanya Presiden minta waktu untuk mengurai ini,” ujar Sekretaris Jenderal DPP REI Hari Raharta Sudrajat kepada housing-estate.com usai mengikuti audiensi REI dgn Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Jakarta, Selasa (23/6). Pertemuan


REI dengan & Jokowi itu membahas berbagai persoalan serta kendala di sektor perumahan khususnya program pembangunan sejuta rumah. Jokowi menanggapi positif terhadap info mengenai permasalahan perumahan yg disampaikan REI. Untuk program sejuta hunian Presiden sampai ketika ini masih menyamakan visi dengan pemerintah daerah. Ini dikemukakan Jokowi menanggapi keluhan pengembang mengenai lambatnya proses perizinan serta biaya utk membangun hunian murah. Terkait hal tersebut Jokowi memberi instruksi kepada Kementerian Agraria & Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional untuk menyediakan lahan yg akn dibangun rumah murah. Apabila tanggung jawab penyediaan lahan masih di service office jakarta tangan swasta program pembangunan hunian harga murah sulit diwujudkan. “Yang pasti Presiden


Jokowi mendukung penuh program sejuta hunian & hrs berhasil diwujudkan,” imbuh Hari.



Jokowi Akan Bereskan Kendala Sektor Perumahan Virtual Office Jakarta

No comments:

Post a Comment