Virtual Office Jakarta Terapkan Sistem Info Menteri Agraria & Tata Ruang (ATR)/Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Ferry Mursyidan Baldan, sangat tertarik untuk menjalin kerja sama dengan Korea Selatan terkait dgn pembenahan sistem pertanahan. Hal ini dikemukakan Ferry usai bertemu dgn perwakilan Korea Land and Geospatial Informatix Corp (KLGIC) di Jakarta, Kamis (25/6). Menurut Director of Global virtual office jakarta Business Department KLGIC Beck Hee, kondisi pertanahan di Korea Selatan (Korsel) sebelum tahun 2000 mirip dgn Indonesia saat ini. “Waktu itu setiap kementerian di Korsel mempunyai peta yang berbeda-beda sehingga sangat sulit utk menyinkronkan peta-peta tersebut,” ujarnya. Kecelakaan hebat kereta api yg menabrak pipa gas bawah tanah menyadarkan pemerintah Korsel
untuk membuat one map policy. Kebijakan ini sangat mendesak utk diberlakukan. Akhirnya dibuat sistem pengintegrasian one map policy melalui sistem yang diber nama Korea Land Information System (KLIS). KLIS merupakan gabungan dari Parcel Based Land Information System (PBLIS) dengan Land Management Information System (MLIS). KLIS mulai dibangun sejak tahun 1995 dan telah mencapai tahap akhir tahun 2015 ini. Ferry menyatakan ketertarikannya terhadap system KLIS serta kepingin menerapkan di Indonesia. Untuk tersebut mantan politisi Golkar ini kepingin segera dibuatkan road map Serta penandatanganan kerja sama service office jakarta dengan pihak KLGIC. Service Office Jakarta – “Kami berharap pihak KLGIC bisa membantu teknologinya dan memberi
pelatihan kepada pegawai di Kementerian ATR/BPN,” imbuhnya.
Virtual Office Jakarta Terapkan Sistem Informasi
No comments:
Post a Comment