Ingin Membeli Rumah Bersubsidi? Ini Yang Harus Kamu Ketahui Pernah mendengar tentang Program 1 juta rumah pemerintah? Program yang digagas Presiden jokowi tersebut memberikan subsidi berupa potongan harga secara langsung bagi masyarakat yang ingin membeli rumah. Program ini ditujukan bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) yang ingin memiliki rumah. baca juga : Daftar Perumahan Bersubsidi Program tersebut disambut baik oleh Daftar Perumahan Bersubsidi masyarakat dan juga para pengembang. Permintaan masyarakat akan perumahan ini meningkat secara signifikan. Melihat adanya peluang besar, pengembang merespon dengan mulai membangun rumah bersubsidi sebagai salah satu produk yang di tawarkan. Program dengan nama flpp ini memberikan kemudahan bagi masyarakat yang ingin memiliki rumah. Uang muka ringan adalah salah satu
daya tarik nya. Jika pada perumahan non-subsidi, uang muka minimum adalah sebesar 30 persen dari harga rumah, maka khusus untuk kredit rumah bersubsidi, Uang Muka hanya sebsar 10 persen. Hal ini tentu menggembirakan, karena banyak masyarakat yang mampu membayar cicilan perbulan, tetapi kesulitan untuk membayar uang muka. Kemudahan yang lainnya adalah cicilan yang relatif ringan. Pada kpr perumahan non-subsidi besar cicilan dipastikan lebih dari 1juta perbulan. Sedangkan untuk kpr bersubsidi, cicilan biasanya tidak lebih dari satu juta perbulan! Bahkan ada perumahan yang menawarkan cicilan sebesar 800 ribu perbulan. Cicilan rumah ringan seperti membayar biaya kontrakan, tapi setelah beberapa tahun menjadi
milik anda. Namun perlu diketahui, walaupun sama-sama perumahan bersubsidi, biasanya terdapat perbedaan antara perumahan yang satu dengan yang lainnya. Perbedaan harga, uang muka dan cicilan perbulan ini dipengarui oleh luas tanah dan bangunan yang ditawarkan. Jika rumah yang saat ini anda tempati belum lunas dan masih di KPR kan ke bank, jangan harap Anda bisa memiliki rumah bersubsidi. Rumah bersubsidi diperuntukan hanya bagi masyarakat yang belum memiliki rumah dan tidak sedang dalam posisi mengkredit rumah. Bila Anda memaksa dan beranggapan bahwa rumah pertama Anda tidak akan diketahui Bank, sebaiknya Anda tahu bahwa saat ini, semua sistem dan data bank telah
terintegrasi dengan Bank Indinesia (BI). Dengan sistem BI checking, semua data dan sejarah transaksi perbankan bisa diketahui. Termasuk rumah yang saat ini anda kredit. Rumah bersubsidi ditujukan bagi masyarakat berpenghasan rendah (MBR) dengan penghasilan perbulan maksimal lima juta. Jika Anda berpenghasilan lebih dari lima juta, kemungkinan besar permintaan anda akan ditolak oleh Bank dan sebaiknya mencari perumahan non subsidi. Ada hal lain yang harus di ketahui masyarakat saat ingin mengajukan kpr rumah. Hal tersebut tidak hanya berlaku untuk rumah bersubsidi namun juga untuk non-subsidi. Masyarakat beranggapan hanya dengan menyediakan uang muka, sudah bisa membawa \’pulang\’ kunci rumah. Padahal selain uang
muka, masih ada biaya-biaya lain yang harus dipersiapkan seperti biaya proses kredit dan biaya booking. Untuk perumahan besubsidi, biaya booking berkisar antara 500 ribu sampai dengan 1 juta. Biaya booking biasanya dikeluarkan jika kita belum memiliki uang muka. Dana ini sebagai pengikat dan memastikan rumah yang dipilih, tidak ditawarkan kepada calon pembeli lain. Biaya proses kredit adalah biaya yang dikeluarkan untuk proses administrasi KPR bank, notaris dan lain-lain. Pembayaran dilakukan sebelum akad kredit dilaksanakan, setelah sebelumnya Anda dinyatakan lolos. Jadi, Selain uang muka, pastikan Anda juga menyiapkan dana cadangan untuk proses kredit ini. Besarnya tidak sama, tergantung kepada bank yang
akan digunakan. Saat berdiskusi dengan marketing perumahan, pastikan anda bertanya besar nominal biaya proses kredit yang harus dikeluarkan. Banyak calon pembeli rumah bersubsidi mengeluh. Merasa berat, karena perumahan berada di lokasi yang terpencil dan jauh dari pusat keramaian. Akses menuju perumahan pun sangat terbatas. Ditambah jalan yang dilalui seperti tidak terurus, berlubang atau bahkan tidak diaspal sama sekali. Banyak yang kemudian mengurungkan niat untuk membeli rumah bersubsidi karena pertimbangan jarak tersebut. Padahal bukan tanpa alasan para pengembang membangun rumah bersubsidi di lokasi seperti itu. Harga tanah yang tinggi adalah salah satu alasannya. Seperti yang kita ketahui, semakin dekat ke pusat
kramaian, harga tanah akan semakin mahal. Tingginya harga tanah membuat biaya pembangunan rumah juga tinggi. Untuk menyiasati hal tersebut, pengembang akhirnya terpaksa membangun perumahan di lokasi yang tanahnya masih murah. Membeli rumah diibaratkan seperti mencari jodoh. Begitu banyak pilihan yang tersedia, namun menemukan yang cocok bukan merupakan perkara yang mudah. Banyak pertimbangan yang harus diperhitungkan secara matang. Chemistry, lokasi dan yang paling penting adalah kesesuaian dengan harga rumah anggaran yang kita sediakan. Jadi jangan sampai salah dalam memilih rumah, karena bisa jadi itu merupakan jodoh yang akan menemani dan tempat berlindung sampai tua nanti.
Ingin Membeli Rumah Bersubsidi? Ini Yang Harus Kamu Ketahui
No comments:
Post a Comment