Monday, 11 January 2016

Kereta trans kalimantan

Kereta api kalimantan barat Menteri Perindustrian dan Perdagangan (Menperindag) Rusia, Denis Manturov bersama delegasi, datang menemui Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Merdeka Jumat (8/1/2016) ini. Tujuan dari kedatangan Manturov untuk menyampaikan surat dari Presiden Rusia Vladimir Putin sekaligus membicarakan tentang kerjasama ekonomi antara pemerintah Indonesia dan Rusia. Ditemui dalam konferensi pers di kawasan http://rpf.pfps.ntct.edu.tw/4images/member.php?action=showprofile&user_id=7706 Senayan, Jakarta Pusat, Manturov menuturkan bahwa ia telah membicarakan beberapa kerjasama ekonomi dengan pemerintah Indonesia. Salah satunya adalah soal investasi dari pihak Rusia untuk membangun jalur kereta api di Kalimantan. Adapun investor yang menanamkan modal dalam proyek ini adalah perusahaan asal Rusia, Russian Rail Ways. Rusia menyiapkan dana kurang lebih


US$ 2,5 miliar atau setara dengan Rp 35 triliun (estimasi kurs: Rp 14.000 per dolar AS) untuk pembangunan jalur kereta api tersebut. Rencananya, dana tersebut akan dipergunakan secara bertahap selama 4 fase. Diharapkan, infrastruktur rel kereta api tersebut bisa selesai pada 2020 dan langsung bisa digunakan. Untuk mengerjakan proyek tersebut perusahaan kereta api asal Rusia sudah membentuk anak usaha di Kalimantan yang dinamakan Borneo Raiways. Selain pembangunan jalur kereta api, pemerintah Rusia juga tertarik untuk ikut berinvestasi dalam industri pesawat Indonesia. Hal itu dilakukan dengan terus menyuplai unit pesawat hingga 10 http://www.peacockroom.wayne.edu/myomeka/posters/show/7010 tahun ke depan. Pemerintah Rusia juga tertarik untuk membangun


pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) di Indonesia. Namun minat tersebut masih secara umum, belum berbentuk rencana investasi konkret.



Kereta trans kalimantan

No comments:

Post a Comment