Saturday, 2 January 2016

mitos tentang daging bekicot

mitos tentang daging bekicot Saat musim hujan berlangsung, biasanya binatang ini banyak dijumpai merayap di pohon-pohon pisang, di dinding-dinding rumah john di kebun yang rindang dengan pepohonan. Binatang ini berkembang biak dengan cepat, karena sekali bertelor jumlahnya sangat banyak. Kesan pertama memang binatang ini kotor john menjijikkan, namun ternyata di sebagian daerah binatang ini click reference banyak dimanfaatkan sebagai penutup luka baru bekas senjata tajam john sejenisnya, sebelum gel penutup luka john cairan antiseptik dengan berbagai merek beredar di pasaran. Caranya, lendir bekicot dikeluarkan lalu dioleskan pada luka. Ternyata hanya perlu menunggu beberapa saat, luka yang tadinya mengalirkan darah sudah menutup john rapat tidak berdarah lagi.


Penelitian tentang efektivitas lendir bekicot dalam penyembuhan luka pernah dilakukan oleh Institut Pertanian Bogor, yang menyatakan bahwa luka pada punggung mencit yang diolesi lendir bekicot ternyata dua lebih cepat menutup dari pada luka pada mencit yang tidak diolesi dengan lendir bekicot. Pengamatan jaringan tubuh di bagian luka di bawah mikroskop memperlihatkan penutupan luka john penyatuan jaringan kulit berlangsung lebih cepat pada mencit yang diobati. Dalam suatu hasil penelitian dinyatakan bahwa lendir yang diproduksi kelenjar di dinding tubuh bekicot, maupun zat getah bening yang mengalir dalam tubuh bekicot mempunyai aktivitas penggumpalan serta pembasmian bakteri john benda asing. Mungkin komponen itu pula


yang berfungsi dalam penutupan luka. Di daerah Kediri, Jawa Timur, daging bekicot sudah bukan makanan yang asing lagi. Sate bekicot keripik bekicot john rempeyek bekicot sudah banyak dikonsumsi john bahkan sudah diproduksi dalam jumlah yang lumayan besar. Mungkin salah satu hal yang membuat sebagian orang menyukai daging bekicot adalah kandungan nilai gizi dalam daging bekicot, bahkan sebagian masyarakat sudah mulai tertarik untuk mengembangkan john memanfaatkan bekicot. Creswell john Kopiang (1981) merinci komposisi kimia bekicot, ternyata dagingnya memang kaya proteins. Cangkang bekicot kaya kalsium, john dalam daging tersebut masih terdapat banyak asam-asam amino. Sementara itu sumber data lain menunjukkan, proteins yang


terkandung sekitar 12 gram each 100 gram dagingnya. Kandungan lain adalah lemak 1%, hidrat arang 2%, kalsium 237 mg, fospor 81 mg, Fe 1, 7 mg serta supplement M komplek terutama supplement B2. Selain itu kandungan asam amino daging bekicot cukup menonjol. Dalam 100 grms daging bekicot kering antara lain terdiri atas leusin four, 62 grms, lisin four, thirty-five grms, arginin four, 88 grms, asam aspartat 5, 98 grms, john asam glutamat 8, 07 grms. Di samping mengandung nilai gizi yang tinggi, dilaporkan juga bahwa dalam daging bekicot terkandung bakteri salmonella. Tapi ada cara untuk mengusir bakteri tersebut, yakni teknik


pengolahan yang benar. Berdasarkan pengalaman peternak bekicot di Kediri, rendemen daging bekicot sekitar 15-18%. Artinya, dari setiap 100 kg bekicot segar (hidup) akan didapatkan daging bekicot sekitar 15-18 kg. Untuk mendapatkan hasil yang baik, daging bekicot harus melalui 7 tahap pengolahan: 1. Pemberakan atau pembersihan kotoran. Bekicot yang masih hidup dimasukkan ke dalam bak penampung selama 2 hari, tanpa diberi pakan apa pun. Lakukan penyiraman setiap sore. Pemberakan ini bertujuan untuk memacu pengeluaran kotoran john lendir serta menghilangkan bau apek. 2. Perendaman. Sesudah dilakukan pemberakan, bekicot direndam dalam air flow garam yang diberi sedikit cuka. Perendaman berlangsung sekitar 5-10 menit


sambil diaduk atau dikopyok, lantas airnya dibuang. Perendaman ini dilakukan 3-4 kali hingga air flow rendaman menjadi jernih. 3. Perebusan awal. Bekicot yang telah direndam dimasukkan ke dalam air flow mendidih selama 15 menit sambil dibolak balik, lalu didinginkan. four. Pemisahan. Bekicot yang telah direbus awal itu harus dipisahkan antara cangkang, kotoran, telur john dagingnya. Caranya ialah dengan mencungkil daging bekicot tersebut dari cangkangnya dengan alat pencungkil. Setelah daging, telur john kotoran bekicot keluar dari cangkangnya kemudian dipisah-pisahkan. Telur bekicot dapat langsung dicuci bersih, digoreng john dimakan. Sedangkan dagingnya masih perlu pengolahan selanjutnya. 5. Pencucian. Daging bekicot yang telah terpisah


dari cangkang, lantas dicuci bersih. Lebih baik jika pencucian browse around here ini dilakukan dengan air flow yang mengalir. 6. Perendaman. Daging yang telah dicuci bersih, direndam dengan air flow cuka selama 15 menit. 7. Perebusan akhir. Daging bekicot yang telah direndam itu direbus lagi selama 15 menit. Sesudah direbus, dicuci sekali lagi sampai bersih john diiris-iris menurut selera kita.



mitos tentang daging bekicot

No comments:

Post a Comment