Monday, 4 January 2016

Penjualan Premium Membuat Pertamina Rugi

Katadata – Manajemen Pertamina mencatat, akumulasi nilai kerugian penjualan Premium selama periode 1 Januari-31 Desember 2015, berdasarkan prognosa per 18 Desember lalu, mencapai Rp 6,3 triliun. Jumlah tersebut khusus penjualan Premium untuk wilayah penugasan di luar Jawa, Madura, dan Bali (Jamali). Direktur Pemasaran dan Niaga Pertamina Ahmad Bambang mengatakan, kerugian Pertamina Rugi tersebut akibat tidak adanya lagi sokongan dana subsidi harga BBM dari pemerintah pada tahun ini. Padahal, harga Premium masih ditetapkan oleh pemerintah. \”Itu rugi untuk BBM Premium yang merupakan potensial loss, karena tidak ada bantalan dana (subsidi),\” katanya kepada Katadata, Rabu (30/12). Menurut Ahmad, seharusnya Pertamina diberikan kesempatan meraih profit


dari penjualan BBM baik di Jamali dan non-Jamali sebesar 5 persen. Ia mencontohkan, pada awal November lalu seharusnya harga keekonomian Premium sebesar Rp 7.450 per Katadata liter. Namun, pemerintah masih mempertahankan harga Premium sebesar Rp 7.300 untuk wilayah non-Jamali. Alhasil, Pertamina menderita kerugian Rp 150 per liter atau senilai total Rp 149 miliar selama November lalu.



Penjualan Premium Membuat Pertamina Rugi

No comments:

Post a Comment