Kembali, Perpanjangan Kontrak Migas Non Konvensional Menuai Masalah Katadata – Menurut dia pemerintah tidak perlu membatasi perpanjangan kontrak blok migas non-konvensional hanya satu kali selama maksimal 20 tahun. Pembatasan ini akan membuat pengusaha tidak tertarik berinvestasi dan pengembangan kontrak migas non konvensional akan sulit berjalan. Setidaknya, jika pemerintah tetap ingin membatasi perpanjangan, dia berharap kontrak awalnya bisa diperpanjang. Kontrak Migas Non Konvensional Kontrak awal yang hanya 30 tahun dianggap kurang menarik bagi investor. Dia berharap pemerintah bisa memperpanjang hingga 50 tahun. Sammy mengatakan permintaannya untuk memperpanjang masa kontrak awal cukup beralasan. Salah satu alasannya adalah pola produksi migas non-konvensional yang sangat berbeda dengan migas konvensional. Produksi migas konvensional sangat besar pada awal
produksi dan kemudian menurun seiring berjalannya waktu. Sementara produksi migaas non-konvensional berkebalikannya. Produksinya hanya sedikit di awal, perjalannya pun pelan dan lambat. Blok non konvensional baru akan mencapai puncak (peak) produksi setelah 10 tahun. Puncak produksi ini bisa bertahan hingga 50 tahun. \”Kalau memang Katadata pemerintah mendengarkan (usulan) industri, kontrak coal bed methane (CBM) bisa 50 tahun dan boleh perpanjang sekali 20 tahun. Jadi totalnya 70 tahun, itu kami tidak ada masalah,\” ujarnya.
Kembali, Perpanjangan Kontrak Migas Non Konvensional Menuai Masalah
No comments:
Post a Comment