Monday, 14 December 2015

Harga Minyak Anjlok, Pemerintah Siapkan Strategi

harga Minyak Dunia Kembali Anjlok Katadata – Direktur Hulu PT Pertamina (Persero) Syamsu Alam mengatakan anjloknya harga minyak anjlok ikut menggerus penerimaan di sektor hulu. Keuntungan yang didapat Pertamina dari menjual minyak pun semakin menipis, lantaran selisih biaya dan harga jual minyak juga semakin mengecil. Menurutnya, rata-rata biaya produksi migas Pertamina sebesar US$ 20 per Harga Minyak Anjlok barel. “Jadi (dengan harga US$ 37 per barel) kami masih dapat memproduksi migas walaupun profitnya akan turun,” kata dia kepada Katadata, Jumat (11/12). Dia juga sangat yakin Pertamina mampu bertahan dengan kondisi harga minyak yang rendah saat ini. Dalam sejarah, Pertamina masih bisa mempertahankan bisnisnya saat harga minyak dunia jatuh


hingga ke level US$ 10 per barel. Pertamina terus mencari strategi efisiensi melalui inovasi. Dengan begitu lapangan-lapangan yang biaya produksinya tinggi dapat diturunkan. Tidak hanya Pertamina, dampak penurunan harga minyak juga dirasakan perusahaan migas asal Amerika Serikat ExxonMobil. Vice President Public and Government Affair ExxonMobil Indonesia pihaknya terus melakukan Katadata evaluasi bisnis terkait harga minyak setiap tahunnya. Namun, dia belum bisa memastikan upaya apa yang akan dilakukan untuk mengahadapi tren penurunan harga tahun depan.



Harga Minyak Anjlok, Pemerintah Siapkan Strategi

No comments:

Post a Comment