Saturday, 5 December 2015

Saham preferen

Saham preferen CEO Facebook, Mark Zuckerberg, dan istrinya Pricillia Chan disebut telah membuat langkah baru dalam beramal di antara cara-cara yang pernah dilakukan para miliarder sebelumnya. Pasangan yang baru saja dikarunia putri pertama ini belum lama mengumumkan bahwa mereka menyumbangkan 99 persen saham Facebook untuk charity. Sarah Frier dari Bloomberg News menyebutkan https://forums.ssec.wisc.edu/memberlist.php?mode=viewprofile&u=2471 bahwa Zuckerberg tak hanya telah masuk di jajaran orang terkaya dunia. namun, ia juga telah menjadi dermawan yang memberikan amal terbesar dalam sejarah dengan cara tak lumrah di usia sangat muda. \”Sumpah itu membuat Zuckerberg berada di standar yang sama dengan miliarder yang menyumbangkan banyak kekayaan mereka, termasuk Warren Buffet


dan Bill Gates. Perbedaannya adalah Zuckerberg memulainya di usia muda, 31 tahun,\” kata Frier, seperti dikutip dari Bloomberg News, Kamis (3/12/2015). Berbeda dengan Bill Gates yang memberikan dana segar, pasangan Zuckerberg menyumbang dalam bentuk investasi yang masih berputar. Saham itu sendiri ditaksir bernilai USD45 miliar yang disumbangkan untuk beberapa sektor awal seperti pendidikan personalisasi, penyembuhan penyakit, membangun komunitas yang kuat, dan menghubungkan orang-orang. Zuck dan Chan berinisiatif membuat perusahaan dengan kewajiban terbatas atau LLC, namun bukan sebagai perusahaan khusus amal (nonprofit) atau yayasan pribadi. Struktur perusahaan masih memberikan mereka ruang gerak dan fleksibilitas baik di investasi dari organisasi untuk membuat


investasi pribadi maupun di aktivitas di mana mereka terlibat. Mereka juga masih bebas untuk melobi pemerintah atau terlibat aktivitas politik. Keduanya juga bisa lebih mudah untuk mengikuti joint venture dengan organisasi profit. Doug White, salah satu dosen di Columbia University yang mengajar filantropi, berpendapat pendekatan Zuck sangat efektif untuk menggabungkan struktur LLC https://scratch.mit.edu/users/larry4e/ dengan filantropi. \”Adakah pergerakan untuk menjadi solusi masalah dunia nonprofit dan forprofit sekaligus pemerintah? Jawabannya ya, dan aku senang jawabannya iya,\” tambanhnya.Saham



Saham preferen

No comments:

Post a Comment