Thursday, 17 December 2015

ternyata penyakit herpes tidak boleh dianggap remeh

ternyata penyakit herpes tidak boleh dianggap remeh Assalamualaikum… Apakabar anda hari ini? Semoga tetap dalam lindungan-Nya.. Aamiin. Awal pekan minggu ini pasti sibuk dengan rutinitasnya. Nah mari luangkan sejenak waktu kita untuk beristirahat menenangkan fikiran, baca buku dipinggir pantai, atau ngenet boleh juga. HehEhhhEee… Postingan kali ini kita akan membahas tentang penyakit herpes virus. Kebanyakan orang mungkin jenis makalah penyakit herpes banyak belum tahu penyakit herpes virus itu apa. Ada juga yang beranggapan bahwa penyakit herpes virus disebabkan oleh hubungan seksual yang tidak sehat. Tapi tahukah anda apa sebenarnya penyakit Herpes virus itu? Supaya lebih jelas, mari baca informasinya disini..! A. Herpes virus ZOSTER Herpes virus zoster yang umumnya paling banyak


terjadi, disebabkan oleh malware Varicella Zoster. Mirip seperti cacar fresh air yang menimbulkan gelembung-gelembung pada kulit berwarna merah kecoklatan karena malware ini juga yang menyebabkan penyakit cacar fresh air. Gelembung-gelembung ini yang nantinya akan menyebabkan infeksi pada kulit apabila pecah. Herpes virus zoster dapat menginfeksi ke seluruh bagian kulit tubuh. Penyakit Herpes virus yang disebabkan oleh malware herpes virus simpleks tipe 1 adalah penyebab umum untuk luka-luka demam (cold sore) di sekeliling mulut. Herpes virus simpleks-2 biasanya menyebabkan herpes virus kelamin. Herpes virus zoster ditularkan antarmanusia melalui kontak langsung, salah satunya adalah transmisi melalui pernapasan sehingga malware tersebut dapat menjadi


epidemik di antara inang yang rentan. Resiko terjangkit herpes virus zoster terkait dengan pertambahan usia. Hal ini berkaitan adanya immunosenescence, yaitu penurunan sistem imun secara bertahap sebagai bagian dari proses penuaan. Selain itu, hal ini juga terkait dengan penurunan jumlah sel yang terkait dalam imunitas melawan malware varicella-zoster pada usia tertentu. Penderita imunosupresi, seperti pasien HIV/AIDS yang mengalami penurunan CD4 sel-T, akan berpeluang lebih besar menderita herpes virus zoster sebagai bagian dari infeksi oportunistik. Perlu diketahui biasanya Penyakit Herpes virus ini berpotensi menyebabkan kematian pada bayi yang terinfeksi. Bila seorang perempuan mempunyai herpes virus kelamin aktif disaat melahirkan maka dianjurkan


melahirkan dengan bedah caesar. : Gejala Penyakit Herpes virus Zoster 1. Masa inkubasi malware Varicella Zoster selama 7-21 hari. Selama masa tersebut pada umumnya penderita akan mengalami rasa tidak enak badan, pilek, demam, cepat lelah, lesu serta merasa nyeri pada bagian persendian serta pegal. Kemudian, penderita juga bisa merasakan gatal pada kulit yang terserang. only two. Kulit akan seperti terbakar serta sensitif pada hari 3-5 hari muncul gelembung-gelembung baru serta ruam pada kulit. 3. Gelembung akan timbul mengikuti saraf dari sumsum tulang belakang serta membentuk pola seperti bentuk pita pada daerah kulit yang terserang. Bagian tubuh yang sering terkena adalah


punggung, dada, biasanya terjadi pada salah satu sisi tubuh saja. several. Gelembung penyakit herpes virus zoster tersebut bisa menyebabkan rasa gatal sehingga bisa membuat seseorang menggaruknya tanpa sengaja. Tindakan penggarukan ini bisa menimbulkan infeksi yang lebih dalam. : Untuk mendeteksi penyakit herpes virus zoster, dapat dilakukan beberapa macam tes, yaitu; 1. Kultur malware Cairan dari unilepuh yang baru pecah dapat diambil serta dimasukkan ke dalam press malware untuk segera dianalisa di laboratorium virologi. Apabila waktu pengiriman cukup lama, sampel dapat diletakkan pada es cair. Pertumbuhan malware varicella-zoster akan memakan waktu 3-14 hari serta uji ini memiliki tingkat sensitivitas 30-70% dengan


spesifitas mencapai 100%. only two. Deteksi antigen Uji antibodi fluoresens langsung lebih sensitif bila dibandingkan dengan teknik kultur sel. Sel dari ruam atau lesi diambil dengan menggunakan scapel (semacam pisau) atau jarum kemudian dioleskan pada kaca serta diwarnai dengan antibodi monoklonal yang terkonjugasi dengan pewarna fluoresens. Uji ini akan mendeteksi glikoproten malware. 3. Uji serologi Uji jenis penyakit herpes dan penanganannya serologi yang sering digunakan untuk mendeteksi herpes virus zoster adalah ELISA. several. PCR PCR digunakan untuk mendeteksi DNA malware varicella-zoster di dalam cairan tubuh, contohnya cairan serebrospina.



ternyata penyakit herpes tidak boleh dianggap remeh

No comments:

Post a Comment