Thursday, 10 December 2015

Utang Luar Negeri dan Cadangan Devisa

Utang Luar Negeri dan Cadangan Devisa Katadata – Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia (BI) Utang Luar Negeri Tirta Segara mengatakan, penurunan cadangan devisa pada November 2015 akibat pengeluaran untuk pembayaran utang luar negeri pemerintah dan intervensi nilai tukar rupiah di pasar valuta asing (valas). Selama November lalu, BI merogoh dana Rp 241,6 triliun untuk operasi Utang Luar Negeri pasar terbuka. Jumlahnya lebih besar dari bulan Oktober yang sebesar Rp 218 triliun. Namun, penerimaan devisa dari minyak dan gas bumi (migas) dan penarikan pinjaman pemerintah mampu menahan penurunan cadangan devisa yang lebih dalam. Berdasarkan komponen cadangan devisa per 30 November 2015 yang dipublikasikan BI, Senin (7/12), jumlah uang primer


mencapai Rp 895,2 triliun. Jumlahnya lebih besar dari bulan sebelumnya karena bertambahnya peredaran udang kertas dan uang logam dari Rp 520,2 triliun menjadi Rp 526,6 triliun. Adapun posisi aktiva luar negeri bersih pada November 2015 mencapai Rp 1.345,1 triliun. Katadata Jumlahnya bertambah dari bulan sebelumnya yang sebesar Rp 1.331,6 triliun lantaran penarikan utang luar negeri. Alhasil, aktiva domestik bersih masih minus Rp 449,9 triliun, atau membengkak dari bulan sebelumnya yang minus Rp 440,4 triliun.



Utang Luar Negeri dan Cadangan Devisa

No comments:

Post a Comment